Bantu Nazwa Azzahra Ramadhani Melanjutkan Pengobatan dan Sekolahnya

Nazwa Azzahra Ramadhani menjalani pengobatan

Bantu Nazwa Azzahra. Nazwa Azzahra Ramadhani adalah seorang remaja yang seharusnya menikmati masa sekolahnya di bangku kelas 1 SMP. Namun, ujian hidup datang lebih cepat dari yang ia bayangkan. Saat ini Nazwa harus berjuang melawan penyakit sekaligus menghadapi keterbatasan ekonomi bersama keluarganya.

Nazwa sebelumnya bersekolah di SMP Muhammadiyah 3, tetapi terpaksa berhenti sekolah karena kondisi kesehatan dan kesulitan biaya. Sejak usia tiga tahun, Nazwa tidak mendapatkan tanggung jawab dari ayah kandungnya. Kini ia tinggal bersama ibunya dan lima saudaranya di Jl. H. Yusuf Gg. Limin RT 02 RW 12, Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten.

Perjalanan Medis Nazwa

Perjuangan Nazwa dimulai ketika pada 5 November 2025 dokter mendiagnosisnya menderita kanker payudara. Kondisi tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga.

Pada 6–7 November 2025, Nazwa menjalani rawat inap untuk observasi sebelum operasi. Kemudian pada 8 November 2025, tim medis melakukan operasi pengangkatan kanker payudara. Setelah operasi, Nazwa kembali menjalani rawat inap pada 9 November 2025 dan diperbolehkan pulang pada 10 November 2025 dengan kewajiban kontrol rutin pascaoperasi.

Nazwa menjalani kontrol pertama pada 24 November 2025. Namun, ia tidak dapat menghadiri kontrol kedua yang seharusnya dilakukan pada 4 Desember 2025 karena keluarga tidak memiliki biaya transportasi ke rumah sakit.

Belum selesai masa pemulihan, pada 29 Desember 2025 Nazwa mengalami sakit kepala hebat disertai gangguan pernapasan. Ia memeriksakan diri ke puskesmas dan pada hari yang sama dokter mendiagnosisnya menderita sinusitis akut serta merujuknya ke dokter spesialis THT.

Pada 8 Januari 2026, Nazwa menjalani kontrol pertama ke dokter spesialis THT dan menerima pengobatan untuk sinusitisnya. Dua hari kemudian, pada 10 Januari 2026, ia kembali kontrol dan diwajibkan menjalani rawat jalan. Sayangnya, Nazwa tidak dapat menghadiri kontrol lanjutan pada 26 Januari 2026 karena kembali terkendala biaya transportasi.

Dampak Ekonomi dan Pendidikan

Selama lebih dari dua bulan masa pengobatan, ibunda Nazwa setia mendampingi putrinya. Ia terpaksa meninggalkan usaha kecil berjualan seblak yang selama ini menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga. Akibatnya, keluarga tidak memiliki pemasukan selama masa pengobatan berlangsung.

Kondisi ini membuat Nazwa harus berhenti sekolah. Sementara itu, adik Nazwa juga belum mampu membayar SPP dan belum memiliki buku paket untuk belajar. Beban ekonomi yang berat membuat keluarga harus memilih antara kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan.

Harapan untuk Nazwa

Di tengah keterbatasan, Nazwa tetap memiliki semangat untuk sembuh dan kembali bersekolah. Ia ingin kembali belajar seperti teman-temannya dan membantu meringankan beban ibunya.

Saat ini, Nazwa membutuhkan dukungan untuk:

  • Biaya transportasi kontrol rumah sakit

  • Biaya pengobatan lanjutan

  • Kebutuhan hidup sehari-hari

  • Dukungan pendidikan agar bisa kembali sekolah

Mari Bantu Nazwa Bangkit dan Sembuh

Kepedulian Anda sangat berarti bagi masa depan Nazwa. Dukungan dan donasi yang Anda berikan akan membantu Nazwa melanjutkan pengobatan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta membuka kembali jalan pendidikannya.

Setiap bantuan, sekecil apa pun, dapat menjadi harapan besar bagi Nazwa dan keluarganya. Mari bersama-sama menghadirkan harapan, kesehatan, dan masa depan yang lebih baik untuk Nazwa. Mari bantu Nazwa Azzahra.

Baca Juga: Keutamaan Menyantuni Anak Yatim dalam Islam