Silaturahmi dan Pelatihan Membuat Rengginang Bersama YAPIM

Laporan Kegiatan YAPIM Foundation — Ahad, 18 Oktober 2026

Silaturahmi dan pelatihan membuat rengginang bersama wali yatim binaan YAPIM pada 18 Oktober 2026

Pelatihan membuat rengginang menjadi kegiatan pemberdayaan YAPIM Foundation bersama para wali yatim binaan pada Ahad, 18 Oktober 2026. Bu Salem bertindak sebagai mentor dan pembimbing yang mengarahkan peserta selama praktik. Melalui kegiatan ini, YAPIM mengajak para wali yatim binaan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempelajari keterampilan baru yang berpotensi mendukung usaha rumahan.

Selain belajar membuat rengginang, para peserta saling bertukar pengalaman dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. YAPIM berharap kegiatan ini dapat mendorong para wali yatim binaan untuk mengembangkan keterampilan serta mengenali peluang usaha sesuai potensi masing-masing.

Belajar Membuat Rengginang Bersama Bu Salem

Bu Salem membimbing para peserta dalam praktik pembuatan rengginang. Beliau menjelaskan bahan dan bumbu yang diperlukan, kemudian mengarahkan peserta saat mengolah bahan hingga membentuk rengginang.

Para wali yatim binaan mengikuti setiap tahapan dengan antusias. Mereka mempraktikkan pengolahan bahan, mencoba mencetak rengginang, serta mempelajari hal-hal yang memengaruhi kualitas hasil akhir.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga berdiskusi dan bertukar pengalaman. Bu Salem memberikan arahan agar mereka memahami proses pembuatan rengginang dan dapat berlatih kembali secara mandiri.

Mengembangkan Keterampilan dan Peluang Usaha

Keterampilan mengolah makanan membuka peluang bagi masyarakat untuk merintis usaha rumahan. Karena itu, YAPIM tidak hanya mengajak peserta berlatih memasak, tetapi juga mendorong mereka mengenali potensi ekonomi dari produk pangan tradisional.

Rengginang menjadi salah satu produk yang dapat peserta kembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dengan teknik pengolahan yang tepat, kualitas produk yang terjaga, dan kemauan untuk terus belajar, peserta dapat menjajaki rengginang sebagai pilihan usaha.

Namun, peserta juga perlu mempelajari tahapan pengembangan usaha lainnya. Mereka dapat mulai dengan menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, merancang kemasan, dan mempelajari strategi pemasaran. Melalui pembelajaran tersebut, YAPIM berharap para peserta semakin percaya diri dalam menggali potensi diri dan mencoba peluang usaha sesuai kemampuan masing-masing.

Silaturahmi yang Menguatkan Kebersamaan

Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi di antara para wali yatim binaan YAPIM. Para peserta saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan positif dalam suasana yang mendukung.

Kebersamaan saat membuat rengginang memperlihatkan bahwa kegiatan pemberdayaan dapat berjalan seiring dengan penguatan hubungan sosial. Dengan demikian, peserta memperoleh pengalaman praktik sekaligus membangun semangat untuk saling mendukung.

BACA JUGA: Doa dan Santunan Anak Yatim Setiap Malam Jumat

Komitmen YAPIM dalam Pemberdayaan Keluarga Binaan

YAPIM Foundation terus menghadirkan kegiatan yang mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pembelajaran keterampilan dan penguatan kebersamaan. Kegiatan silaturahmi dan praktik membuat rengginang ini menjadi salah satu upaya YAPIM dalam membuka ruang belajar bagi para wali yatim binaan.

Ke depannya, YAPIM berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang mereka pelajari untuk mengembangkan potensi diri dan menjajaki peluang usaha yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

YAPIM Foundation mengucapkan terima kasih kepada Bu Salem atas ilmu dan arahan yang beliau bagikan. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Semoga kegiatan ini menambah wawasan, memperkuat keterampilan, dan membuka peluang kebaikan yang berkelanjutan.

Dari kebersamaan, lahir karya dan kebermanfaatan.

Untuk mengetahui program dan kegiatan lainnya, silakan kunjungi website resmi YAPIM Foundation.